1) Mulailah dengan lingkungan sekitarmu
Tidak perlu mencari “tempat spesial” saat hendak memotret di jalanan. Tempat-tempat paling menarik untuk berburu foto, menurut pengalaman Paul Bence, adalah lingkungan sekitar rumahmu. Keuntungan tambahan saat berburu foto di lingkungan yang sangat kamu kenal adalah, secara insting, kamu sudah mengetahui tempat-tempat yang wajib dikunjungi dan tempat-tempat yang baiknya dihindari.
2) Janganlah meminta izin saat hendak memotret
Kalau kamu meminta izin terlebih dahulu, foto yang kamu hasilkan tidak lebih dari sebuah Street Portrait, yang mana menurut Paul berbeda dengan Street Photography. Saat mulai menekuni kategori satu ini, Paul sering bertanya terlebih dahulu sebelum memotret dan yang cukup mengejutkan adalah, orang-orang cenderung menjawab “iya!”. Semenjak saat itu, Paul mulai memberanikan diri untuk memotret tanpa bertanya terlebih dahulu dan ternyata hasilnya sungguh berbeda. Jika ada seseorang yang sadar ia tengah dipotret, biasanya Paul akan tersenyum dan mengucapkan terima kasih. Yang penting kamu cukup percaya diri. Paul hanya pernah diserang sekali dalam sepuluh tahun saat memotret seseorang tanpa meminta izin terlebih dahulu!
3) Jangan terlalu mengkhawatirkan Kamera yang kamu gunakan
Kamu bisa bebas menggunakan kamera apapun untuk street photography. Kamera DSLR sebagai contoh sangat cepat dan responsif dalam menjepret foto. Kamera pocket bisa membantu kamu untuk tidak terlalu mencolok di tengah keramaian.
4) Setting kameramu sebelum mulai hunting foto
Saat memotret di jalanan, baiknya kamu melakukan setting “mid-range aperture” antara f8 dengan f11. Setting semacam ini memungkinkan kamu untuk menangkap banyak detail yang mungkin kamu lewatkan saat melakukan setting dengan depth of field yang cetek. Kamu bisa menggunakan mode aperture priority untuk memudahkan pengambilan gambar. Paul sendiri memotret secara manual, yang mana menurutnya memungkinkan kamu untuk lebih memahami setting kameramu. Paul mengungkapkan bahwa iya biasanya melakukan setting ISO antara 200 dan 400
5) Gunakan lensa “Wide (Wide - Angle)”
Sebenarnya, kamu bisa bebas menggunakan lensa apapun untuk aktifitas Street Photography. Tapi pada umumnya, fotografer yang menekuni kategori ini sangat doyan menggunakan lensa wide dengan rentang antara 24mm dan 50mm.
6) Hindari Zoom
Lensa fixed jauh lebih disarankan untuk Street Photography. Atau jika kamu terpaksa melakukan zoom, selaraskan dengan focal length pilihanmu lalu diamkan saja. Fixed focal length akan memudahkan proses pengaturan komposisi, dan kamu juga akan bisa memotret lebih cepat jika kamu tidak menghabiskan waktu bermain-main dengan zoom.
7. Tentukan “focus” dengan baik
Kamu bisa menggunakan manual focus atau auto-focus. Jika kamu memilih menggunakan auto-focus, satu masukan dari Paul Bence adalah setting kamera ke mode “AF-S/one shot mode” dan gunakan tombol AF-L / AF-ON di belakang kameramu. Dengan menggunakan tombol-tombol ini, kamu bisa mengunci titik fokus dari suatu jarak tertentu tanpa harus melakukan refocusing saat memotret berulang kali.
8. Potretlah foto-foto RAW, dengan layar tampilan “black-and-white preview”
File-file RAW memberikanmu lebih banyak ruang untuk editing saat post-production dibanding file-file JPEG. Kamu juga bisa memutuskan nantinya apakah hendal menggunakan file berwarna atau hitam-putih. Jika kamu melakukan setting hitam putih untuk layar preview, umumnya kamu akan berkesempatan untuk mengidentifikasi dan mengenali pola pencahayaan dari foto-foto yang kamu jepret.
9) Kejarlah perpaduan cahaya dan bayangan
Perhatikan dimana bayangan jatuh dan dari mana arah datangnya cahaya. Secara umum, cahaya pagi dan sore lebih direkomendasikan untuk kamu-kamu yang hendak memotret di luar ruangan karena cenderung menghasilkan nuansa yang lebih lembut. Asah kemampuan kamu dalam membaca pergerakan dan sifat-sifat cahaya.
10. Perhatikan latar depan (foreground) DAN latar belakang (background) yang mengitari subyek yang hendak kamu jepret
11. Bersabarlah dalam mengawasi suatu lokasi
Saat kamu menemukan setting yang tepat untuk memotret, dengan elemen-elemen dan pencahayaan yang tepat, cobalah untuk mendekam disana sedikit lebih lama untuk mengamati apa saja yang dilakukan orang-orang disana. Seringkali, ada momen atau kejadian tidak terduga yang dapat kamu jepret layaknya penembak jitu.
12. Sering-seringlah memotret!
Ada ungkapan “practive makes perfect”. Artinya, semakin sering kamu memotret semakin kamu belajar untuk menjadi lebih baik. Semakin banyak waktu yang kau habiskan memotret di jalanan, semakin pintar kamu dalam membaca situasi atau memburu momen tertentu. Jangan takut atau ragu untuk berkunjung kembali ke lokasi yang sama untuk mengasah kemampuan kamu.
13. Perhatikan proses review dan editing
Saat melakukan review terhadap foto-foto yang sudah kamu ambil, tanyakan dirimu apakah foto-foto tersebut dapat berdiri sendiri, atau baiknya dijadikan rentetan seri yang dapat kamu presentasikan sebagai narasi cerita. Amati pola-pola yang tampak dari hasil fotomu dan dokumentasikan semua foto yang kamu ambil.
14. JANGAN berlebihan dalam meng-edit atau memproses foto-fotomu
Sederhana saja, jangan terlalu berlebihan dalam meng-edit atau meproses foto-fotomu. Street Photography bertujuan untuk mendokumentasikan realita, sebagaimana adanya. Jangan sampai melupakan fakta yang satu ini.
Itulah Beberapa Dasar-dasar "Street Photogaphy"
Sumber : 1. Nikon (Indo Language)
: 2.Photocrowd (English Language)
Like,Share,Comment And Subcribe
#peace
Akhir Kata
Terima Kasih


Tidak ada komentar:
Posting Komentar