OS Studio

Work With Heart And Peace

Full width home advertisement

Travel the world

Climb the mountains

Post Page Advertisement [Top]

Bokeh untuk Pemula

Bokeh untuk Pemula

Apa itu BOKEH?

Istilah “Bokeh” berasal dari bahasa Jepang, dari kata boke (ボケ) atau boke-aji; yang artinya “blur” atau “buram”. Bokeh dilafalkan “BOH-kei”.










Jika kamu berkunjung ke situs, akun Instagram fotografer atau forum fotografi tertentu, kamu akan menemukan banyak foto-foto dan pembahasan yang berhubungan dengan tehnik ini. Kata-kata yang umum digunakan untuk menggambarkan Bokeh antara lain: luar biasa, dahsyat, bagus, indah, cantik dan menakjubkan. Tapi pertanyaannya adalah, apa si sebenarnya Bokeh itu?

Nikon 1 J1, 110mm lens, 1/125 second, f/5.6. | Foto karya Paul Van Allen
Bokeh adalah efek out-of-focus halus latar belakang yang didapatkan saat memotret subyek menggunakan lensa cepat, dengan bukaan aperture terbesar seperti f/2.8 atau lebih. Secara sederhana, Bokeh merujuk pada kualitas dan estetika out-of-focus blur dalam sebuah foto.
Walau sebenarnya Bokeh merujuk pada karakteristik sebuah foto, lensa yang digunakan umumnya menentukan bentuk, cakupan dan luas Bokeh yang tampak dalam sebuah foto. Bokeh cenderung dipengaruhi bentuk diaphragm blades (the aperture) lensa kamera. Lensa dengan circular shaped blades yang lebih bulat akan menghasilkan bulatan out-of-focus highlights yang lebih soft dan bulat. Sebaliknya, lensa dengan aperture yang bentuknya lebih menyerupai bentuk hexagonal akan memantulkan bentuk-bentuknya saat terjadinya highlights.

Membuat Foto Bokeh

1) Gunakan Lensa Cepat (Fast Lens)
Untuk membuat foto Bokeh, kamu harus menggunakan Lensa Cepat dengan rentang aperture ideal, minimal f/2.8 hingga f/2, f/1.8 atau f/1.4. Banyak fotografer yang senang menggunakan fast prime lenses atau fixed lens (lensa yang hanya memiliki satu focal length) saat hendak memotret foto Bokeh.


Tidak ada masalah jika kamu tidak memiliki fixed lens atau fast lens. Dengan meningkatkan jarak antara subyek dan latar belakang yang ada, kamu bisa menghasilkan efek Bokeh saat memotret dengan aperture kecil seperti f/8.
2) Perhatikan jarak antara Subyek dan Latar Belakang
Untuk meningkatkan kemungkinan menghasilkan foto Bokeh, perhatikan jarak antara subyek dengan latar belakang. Semakin jauh jarak keduanya semakin baik. Kamu bisa melakukan ini dengan memposisikan kamera lebih dekat dengan subyek.


Semakin cetek Depth-of-Field, atau semakin jauh dari latar belakang, makin out-of-focus hasilnya. Highlights yang jatuh di background akan membuat efek Bokeh makin tampak, jadinya kalau kamu menggunakan backlight atau side light, atau bahkan hair light, hasil Bokeh-nya akan tampak lebih indah dipandang.
DOF yang cetek dan efek Bokeh menjadikan Kupu-Kupu tampak lebih menonjol. D3S, AF-S NIKKOR 24-70mm f/2.8G ED, 1/125 sec., f/2.8. ISO 800, manual exposure, Matrix metering | Foto karya Kristina Kurtzke

3) Utamakan foto Portrait
Umumnya, subyek-subyek yang difoto dengan hasil Bokeh terbaik diambil dalam bentuk Portrait. Portrait yang close-up cenderung menunjukan hasil Bokeh yang sangat memuaskan. Foto close-up dan ragam foto macro bunga-bunga atau serangga adalah contoh subyek yang sangat populer untuk foto Bokeh.
D300, AF-S VR Zoom-Nikkor 70-300mm f/4.5-5.6G IF-ED lens, Auto ISO (200), 1/50 detik, f/5.6 | Foto karya Lindsay Silverman

Selain itu, subyek Bokeh lain yang cukup menarik perhatian banyak fotografer adalah lampu-lampu perayaan yang berjajar dan berdekatan jaraknya. Saat dilakukan pemotretan out-of-focus yang disengaja terhadap subyek semacam ini, umumnya kilau cahaya lampu-lampu ini akan berubah menjadi lebih soft, pastel dan berbentuk bulatan berkilau yang cahayanya nyaris padam.

Exposure: 1/80 of a second shutter speed, f/4 aperture, ISO 5600, aperture priority Foto karya Lindsay Silverman

4) Memotret dalam mode Aperture Priority atau Manual.
Kamu bisa mempertimbangkan satu dari dua mode ini saat hendak memotret foto Bokeh. Memotret Manual memberikanmu kebebasan untuk menentukan aperture dan shutter speed. Di lain pihak, Aperture Priority memungkinkan kamu untuk memilih f/stop sehingga kamera dapat secara otomatis menentukan shutter speed yang sesuai untuk exposure. Kamu juga bisa mencoba memotret menggunakan Flexible Program Mode, dimana kamu bisa menentukan kombinasi terbaik dari bukaan aperture terbesar / shutter speed.

COOLPIX P300 at the wide-angle setting of 4.3mm, 1/20 second, f/1.8  
Foto karya Paul Van Allen

Kesimpulan: Bokeh dapat menjadikan foto yang terlalu terang tampak lebih soft. Menggunakan tehnik ini untuk memisahkan subyek dari latar belakang juga memungkinkan kamu untuk melakukan blur terhadap latar belakang yang kurang menarik, dan lebih menonjolkan subyek yang dipotret.
Nikon 1 V1, 50mm, 1/60 second, f/1.4. dengan Nikon 1 V1 dan FT-1 F-mount adapter, fotografer menggunakan lensa NIKKOR super cepat Foto karya Paul Van Allen


Sumber :

Like,Share,Comment And Subcribe

#Peace

Akhir Kata
Terima Kasih


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]