OS Studio

Work With Heart And Peace

Full width home advertisement

Travel the world

Climb the mountains

Post Page Advertisement [Top]

Tips Memotret Dekat Area Perairan

Tips Memotret Dekat Area Perairan
Dalam banyak kasus, lingkungan tempat dilakukannya pemotretan menjadi subyek yang lebih menarik dibanding subyek lainnya. Lingkungan yang kaya perairan salah satu contohnya; baik lautan yang luas, tepian pantai, teluk, sungai yang tenang atau pelabuhan yang padat, semuanya memiliki daya tarik tersendiri. Jadi di kali berikut, saat kamu kebetulan hendak melakakukan pemotretan di daerah marina, garis pantai, teluk atau pelabuhan, kamu bisa mengikuti beberapa tips berikut untuk aktifitas memotret kamu.
1) Kapal atau Sampan selalu menjadi subyek yang menarik
Kapal-kapal, dengan ragam lekuk, bentuk dan hiasannya cenderung menjadi subyek yang mampu menarik perhatian siapapun.


2) Perhatikan lighting
Jadilah seorang fotografer yang jeli dalam menakar volume dan arah datangnya cahaya karena dua aspek tersebut memiliki pengaruh besar terhadap kualitas dan mood foto yang dihasilkan.

Sebagai contoh, saat kamu memotret di pagi atau tengah hari, bayangan panjang yang dihasilkan oleh kapal atau sampan dapat menambah “bumbu” di foto kamu. Kamu juga bisa mengusung konsep siluet saat memotret untuk menciptakan foto tematik yang tegas namun kaya misteri.
3) Manfaatkan sifat permukaan air yang cenderung memantulkan bayangan
Cobalah untuk memotret dari berbagai arah dan sudut pandang, dengan tetap memperhitungkan arah datangnya cahaya matahari. Perhatikan bagaiman bayangan subyek dipantulkan di atas permukaan air (yang tenang) atau sedikit beriak.


Cobalah untuk memanfaatkan refleksi subyek yang terpantul di air untuk menciptakan foto dengan komposisi unik.
4) Cobalah bereksperimen dengan Monochromatic Photos
Kamu bisa memanfaatkan cahaya untuk membuat foto Monochromatic. Istilah Monochrome kerap diasosiasikan dengan Hitam/Putih. Akan tetapi istilah ini dapat juga digunakan untuk menggambarkan foto yang didominasi satu warna.

Sebagai contoh, jika kamu memotret sebuah kapal di atas air dan baik langit maupun airnya memiliki gradasi biru, kamu baru saja memotret foto Monochrome yang didominasi warna biru. Memotret di waktu matahari terbenam dapat menghasilkan foto Monochrome dengan gradasi merah - kuning - jingga.
5) Zoom In untuk memotret detail-detail subyek
Area perairan adalah tempat dimana kamu bisa bebas menjepret foto-foto close up karena kaya akan ragam subyek. Jika kamu memiliki lensa Micro-NIKKOR (macro), gunakan untuk memenuhi frame detail-detail subyek.



Beberapa hal yang menjadikan foto macro menarik adalah bangunan, struktur atau kapal yang cat-nya sudah terkikis, memiliki tekstur kayu yang sudah menua, besi yang berkarat, tali tambang, jangkar, padu-padan warna yang terang, pasir pantai, kerang, rumput laut, potongan kayu yang terapung serta simbol atau papan nama gedung / penunjuk jalan.
6) Komposisi foto kreatif
Cobalah untuk mencari komposisi paling unik. Memotret dari sudut yang berbeda-beda berguna untuk membuka wawasanmu akan hasil foto sebuah subyek yang sama yang dipotret dari sudut pandang yang berbeda-beda.


Cobalah untuk memotret kapal-kapal yang tengah berlabuh dari atas / kejauhan dengan laut sebagai latar belakangnya. Coba gunakan lensa wide-angle untuk memotret perlengkapan memancing, perangkap ikan atau bahkan seluruh pelabuhan dalam satu foto.F



7) Pahami Rule of Thirds
Pada dasarnya, aturan komposisi ini menjadi pondasi dasar bagi keseimbangan elemen foto sehingga secara keseluruhan foto tampak lebih enak dilihat. Memahami secara lebih mendalam konsep ini akan membantumu dalam menghasilkan komposisi dan foto yang memorable. Secara singkat:



Pada rules of thirds, bidang foto dibagi menjadi tiga bagian sama besar baik secara vertikal maupun horisontal sehingga anda memiliki 9 area yang sama besar. Dengan demikian, kita sekarang memiliki pertemuan empat titik.


Keempat titik pertemuan yang diwarnai merah diatas bisa kita sebut sebagai empat titik mata. Nah teori komposisi rules of thirds mengatakan bahwa kalau kita menempatkan “point of interest” alias bagian paling menarik dari sebuah foto di salah satu titik tersebut, maka secara keseluruhan foto akan menjadi lebih balance dan enak dilihat.



Tidak semua empat titik harus diisi bersamaan, cukup salah satu. Dan elemen point of interest tersebut bisa jadi berupa obyek foto manusia ataupun benda mati.”
8) Perhatikan aspek “Manusia” dan “Fauna” di tempat kamu motret
Selain kapal dan sampan maupun benda mati lainnya, kamu bisa mencoba memotret orang-orang yang kebetulan berada di lokasi foto. Cobalah memotret siluet seseorang dengan laut, danau atau sungai maupun langit sebagai latarnya. Anak-anak dan anggota keluargamu yang tengah bermain di atau berjalan menyusuri tepian pantai dapat menjadi subyek yang menarik untuk fotomu.



Hanya saja, baiknya kamu meminta mereka untuk tidak menatap langsung kamera dan bersikap natural saja. Foto-foto candid umumnya memiliki daya tarik tersendiri. Memotret nelayan yang tengah bersiap melaut atau tengah membereskan peralatannya sangat kami sarankan. Pastikan terlebih dahulu kalau ia tidak keberatan untuk dipotret.



Jangan lupa untuk mencari ragam fauna yang mungkin mendekam di sekitar perairan seperti burung-burung, kura-kura, bintang laut dan kepiting laut.



Semua Foto diatas adalah Hak Milik "Lindsay Silverman"


Sumber:



Like,Share,Comment And Subcribe

#Peace

Akhir Kata
Terima Kasih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]