OS Studio

Work With Heart And Peace

Full width home advertisement

Travel the world

Climb the mountains

Post Page Advertisement [Top]

Tips Foto Panning

Tips Foto Panning
Tidak ada seorangpun yang bisa menjamin kesuksesan instan dalam menjepret foto panning. Tapi jika kamu banyak berlatih, bersabar dan meneliti ragam referensi, foto-foto dramatis yang kaya pergerakan, warna dan cerita sangat mungkin kamu hasilkan.
Berikut beberapa tips yang bisa kamu pelajari untuk melatih skill foto panning kamu.

1) Set kamera pada mode Shutter Priority
Tujuan utama memotret dalam mode ini adalah agar bisa bebas mengeser shutter speed ke angka yang lebih rendah dibanding yang biasa kamu gunakan. Nilai shutter speed yang harus disesuaikan dengan kecepatan gerakan subyek dengan kecepatan relatif subyek terhadap kamera. Shutter speed yang umum digunakan untuk panning ada pada rentang 1/30 sampai dengan 1/8.

D3, AF-S VR Zoom-NIKKOR 200-400mm f/4G IF-ED, 1/20 second, f/32, ISO 200, manual exposure, Matrix metering | Photo by Dave Black


Aturan dasar yang harus kamu ingat dan jadikan acuan adalah; saat subyek yang di-panning tampak kurang tajam naikkan shutter speed kamera kamu. Jika background kurang blur, turunkan shutter speed-nya. Untuk bisa secara tepat menentukan shutter speed yang digunakan kamu harus rajin mengasah feel kamu dengan banyak-banyak berlatih foto panning.
D3X, AF-S NIKKOR 24-70mm f/2.8G ED, 1/60 second, f/8, ISO 100, manual exposure, Matrix metering; three Nikon SB-900 Speedlights, SU-800 Wireless Speedlight Commander | Photo by Dave Black

2) Auto Focus v Manual Focus
Saat melakukan foto panning, kamu bisa mencoba berkesperimen dengan Auto-Focus maupun Manual Focus. Umumnya Manual Focus memiliki konsistensi yang lebih baik. Tapi kamu harus bersabar dalam berlatih menggunakan Manual Focus foto panning.
D3, AF-S NIKKOR 70-200mm f/2.8G ED VR II, 1/15 second, f/10, ISO 200, manual exposure, Matrix metering | Photo by Dave Black
Dave Black (Nikon USA Ambassador) sendiri terbiasa menggunakan tehnik bernama “Zone Focus” (tehnik tingkat lanjut), yang umum diantara Sports Photographers. Menggunakan tehnik ini, fotografer akan terlebih dahulu meletakkan fokus di area spesific, mengunci fokus dan menekan tombol rana saat subyek masuk ke area tersebut.


3) Jarak dan Framing.
Semakin jauh kamu dari subyek, semakin pelan penampakan laju subyek tersebut. Dengan demikian, semakin mudah juga untuk kamu mengikuti pergerakan subyek foto.
D3X, AF-S NIKKOR 24-70mm f/2.8G ED, 1/4 second, f/7.1, ISO 100 manual exposure, Matrix metering | Photo by Dave Black

Pastikan setting frame cukup lebar, jangan terlalu sempit, dan sisakan ruang di depan dan belakang subyek sehingga kamu cukup leluasa melakukan panning. Dengan ini, subyek pun dapat diabadikan secara utuh dalam frame fotomu.
4) Menggerakkan Lensa dan Kamera
Salah satu alasan kenapa kamu harus menyisakan framing yang cukup lebar adalah agar kamu memiliki cukup ruang untuk menggerakan kamera dan lensa, selaras dengan pergerakan subyek. Tujuan lain adalah untuk meminimalisir kemungkinan komposisi gambar rusak oleh benda atau orang yang menghalangi subyek foto kamu.

D800, AF-S VR Zoom-NIKKOR 70-200mm f/2.8G IF-ED, 1/15 second, f/22, ISO 200, manual exposure, Matrix metering | Photo by Dave Black


Saat mengikuti gerakan subyek, gerakanlah kamera kamu dengan tenang dan stabil mengikuti sumbu horizontal (dari kanan ke kiri atau sebaliknya). Semakin stabil pergerakan tangan dan kamera kamu dalam mengikuti pergerakan dan irama subyek foto, semakin tajam subyek dalam fotomu.Beberapa fotografer cukup senang menggunakan monopod untuk membantu mereka dalam menggerakan kamera.
5) Background
Pilihlah background yang kontras dengan subyek atau kaya warna untuk menghasilkan efek panning yang lebih maksimal!

D3X, AF-S NIKKOR 70-200mm f/2.8G ED VR II, 1/15 second, f/13, ISO 200, manual exposure, Matrix metering | Photo by Dave Black

Selamat mencoba teman-teman!


Sumber : 
Like,Share,Comment And Subcribe

#peace


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]