Dalam dunia fotografi, secara umum ada 5 Focal Length penting yang kerap digunakan banyak fotografer untuk motret karena kelebihannya masing-masing.
#1 – 24mm wide angle
Kategori yang menjadi kekuatannya: Landscape, Astro-Photography, Group Portraits dan Event
Kamu bisa dengan mudah bereksperimen dan motret dengan menggunakan Focal Length ini karena cukup banyak lensa zoom yang bisa meng-cover wilayah 24mm. Kalau perlu, kamu bahkan bisa secara khusus membeli Prime Lens 24mm karena sifatnya yang Wide dan tajam, sehingga cocok untuk motret pemandangan. Lensa zoom pun cukup bisa mengakomodir aktifitas motret pemandangan tapi locked-in-field-of-view pada lensa cepat dapat membantu kamu menentukan komposisi dengan lebih cepat dan tepat.
Kelebihan lain dari Focal Length ini adalah kemampuannya dalam mendukung aktifitas motret kamu di tempat yang minim pencahayaan - termasuk di dalamnya Astro-Photography, dimana Aperture lensa (f/8 atau lebih wide) dapat mendukung proses motret Bimasakti. Hal serupa berguna saat motret indoor karena Aperture lensa yang sama memberikan field-of-view yang luas.
#2 – 35mm focal length
Kategori yang menjadi kekuatannya: Street Photography, Events, Environmental Portraits, dan Shooting-Across-the-Dinner-Table photography.
35mm adalah Focal Length klasik untuk banyak photo-journalists. Salah satu penyebabnya adalah field-of-view yang menuntut fotografer untuk mendekati subyek saat hendak motret sembari mempertahankan latar belakang secukupnya demi menambahkan konteks tertentu pada foto. Filosofi yang serupa berlaku saat hendak motret di sebuah even, acara atau pernikahan - yang mana menjadikan 35mm sangat cocok untuk aktifitas tersebut.
Hal lain yang menjadi kelebihan dari lensa cepat 35mm adalah Focal-Lenth-nya terbilang pas saat hendak motret dari seberang meja makan. Lebih Wide dari 35mm dan subyek yang hendak dipotret umumnya menjadi korban distorsi perspektif dan semakin sempit Focal Length, kamu akan dituntut untuk meninggalkan tempat dudukmu dan mundur dua langkah ke belakang untuk motret.
#3 – 50mm (normal) lens
Kategori yang menjadi kekuatannya: Street Photography, Full-Body Portraits, Walk-Around Shooting.
Ada cukup banyak alasan untukmu mencoba motret menggunakan lensa Prime 50mm. Salah satunya adalah karena rata-rata lensa 50mm cukup terjangkau. Alasan berikut adalah karena foto yang dihasilkan terbilang normal, nyaris menyerupai apa yang kita saksikan dengan sepasang mata kita sendiri. Tapi jangan salah paham, kata “normal” merujuk pada distorsi perspektif dan bukan field-of-view. Oleh karena alasan yang satu ini, 50mm sangat baik untuk full-body portraits dan Walk-Around atau Street-Photography.
Lensa 50mm lens adalah salah satu pilihan umum juga karena area yang tampil pada frame cenderung “pas”. Cukup sempit untuk menghasilkan komposisi yang seimbang tapi cukup Wide untuk menjadikan latar subyek cukup menarik.
#4 – 85mm Semi-Telephoto
Kategori yang menjadi kekuatannya: Portrait, Event dan Sports Photography.
Umumnya, lensa Prime 85mm bisa kamu temukan dalam tas banyak Wedding dan Portrait Photographer. Focal Length ini berkontribusi besar dalam penciptaan foto-foto Portrait yang indah karena kemampuannya untuk flatten fitur seseorang yang mana menjadi lebih menarik dan baik untuk memisahkan subyek dari latar belakang. Field-of-View yang ditawarkan cukup sempit, tapi tidak ekstrim hingga kamu harus motret dari kejauhan. Menggunakan lensa 85mm kamu bisa dengan mudah mengambil foto-foto candid di acara pernikahan atau kumpul-kumpul keluarga dari jarak aman tanpa ketahuan.
Jarak motret maksimum yang ditawarkan baik lensa maupun Focal Length ini memungkinkan kamu untuk mengambil full-body-shot dari pinggiran saat ada pentas olahraga.
#5 – 135mm telephoto
Kategori yang menjadi kekuatannya: Head-Shots, Portraits, dan Wedding Photography.
Saat kamu dituntut untuk mendekati subyek atau kalau kamu sangat menyukai foto Bokeh, lensa 135mm sangat mumpuni untuk mendukung aktifitas motretmu. Kemampuan lensa atau Focal Length yang satu ini dalam memisahkan subyek dan latar belakang terbilang luar biasa karena penambahan kompresi foto. Efek Flattering dan Flattening dari kompresi menjadikan lensa ini pilihan yang tepat untuk motret sepundak, senior portraits, candid, dan banyak lagi.
Kesulitan terbesar Focal Length ini adalah kamu butuh ruang aktifitas yang luas dan pencahayaan yang banyak. Apa kamu ingat dengan prinsip 1/Focal lenth untuk Shutter Speed? Dengan kata lain, kamu tidak disarankan untuk motret menggunakan lensa 135mm dengan Shutter Speed di bawah 1/135 second, tanpa tangan yang stabil atau tripod.
Selamat mencoba teman-teman!











Tidak ada komentar:
Posting Komentar