Lensa wide-angle dinilai banyak fotografer landscape sebagai salah satu gear utama karena mampu memberikan perspektif yang tidak bisa diberikan oleh lensa lainnya. Kamu tidak hanya berkesempatan menggunakan lensa wide untuk memotret pemandangan indah, tapi juga melihat garis cakrawala dengan cara berbeda dan juga menyorot dan mempertegas subyek tertentu dengan memposisikan diri pada jarak yang tepat. Oleh karenanya untuk kali ini kami berniat untuk berbagi tips dasar untuk motret wide-angle landscape.
Apa itu lensa wide?
Lensa kamera umumnya didefinisikan berdasarkan perbandingan antara field of view (wilayah yang dapat dijangkau mata) yang dilihat mata secara natural - yang mana sebanding dengan apa yang tampak pada lensa 50mm (untuk kamera full frame) atau 35mm (untuk kamera crop sensor). Inilah yang umum dikenal dengan focal length normal. Angka yang yang lebih kecil dibanding kedua nilai tersebut dapat dikategorisasikan sebagai wide-angle. Sebagai contoh, lensa 10 -22mm untuk kamera DX atau 16-35mm untuk kamera FX.
Kapan baiknya menggunakan lensa wide-angle?
Masih banyak orang, baik fotografer dengan jam terbang cukup maupun pemula yang berpendapat kalau lensa wide-angle memiliki satu fungsi saja; yakni memotret pemandangan indah dan memasukan sebanyak mungkin dari apa yang tampak di depan mata ke dalam frame kamera. Pada hakekatnya, hal tersebut melupakan salah satu fungsi lensa wide. Akan tetapi, satu aspek yang luar biasa dari lensa wide adalah mendayagunakan perspektif yang diberikan untuk “mempertegas dan menyorot” obyek yang posisinya cukup dekat dengan si fotografer sembari “menyepelekan” obyek-obyek yang posisinya lebih jauh.
1) Menyorot dan mempertegas elemen latar depan (foreground)
Lensa wide memungkinkan seorang fotografer untuk “mendekatkan diri” dengan sesuatu yang tampil di latar depan, yang mana akan secara otomatis menyorot “sesuatu” itu dan menjadikannya tampak lebih besar dan penting dibanding ragam elemen di latar belakang. Lensa wide memiliki kemampuan unik dalam mentransformasi ukuran relatif obyek dalam frame, yang mana berdampak pada benda-benda yang posisinya lebih dekat dengan lensa akan tampak lebih besar, dan segala sesuatu yang ada di background akan tampak lebih kecil secara proporsional.
20mm, ISO 200. f/5.6, 1/160 second
Cobalah untuk memotret dari angle rendah dari posisi yang cukup dekat dengan subyek utama. Dengan “dekat”, maksudnya beberapa inci dari subyek. Kamu akan terkejut saat melihat lewat viewfinder dan mendapati fakta bahwa ragam obyek tidak tampak terlalu dekat lewat lensa.
2) Ambil foto subyek dan lingkungan sekitarnya
Salah satu metode favorit saat menggunakan lensa wide adalah mendekati subyek utama agar tampak besar dalam frame, sebagaimana dijelaskan pada poin tips pertama, dan di saat bersamaan, turut menyertakan ragam elemen lain di sekitar subyek dalam frame yang sama. Ini cara yang baik untuk bercerita lewat foto karena adanya penambahan konteks pada foto yang diambil.
16mm, ISO 200, f/8, 1.3 seconds
3) Pastikan segala sesuatu yang masuk dalam frame foto in-focus
Salah satu kelebihan lain dari lensa wide adalah karena kemampuannya menciptakan depth of field yang luar biasa. Kamu bisa memastikan bahwa segala sesuatu yang letaknya setengah meter hingga tak terhingga tampak in-focus. Tentu saja hal ini sangat bergantung pada lensa wide yang kamu pilih dan setting aperture. Akan tetapi satu hal yang pasti, semua lensa wide memiliki kemampuan untuk memastikan segala sesuatu tampil in-focus dibandingkan dengan lensa tele (yang sangat berguna pada depth of field yang cetek karena kemampuannya untuk nge-blur latar belakang). Kamu dijamin menemukan tantangan baru saat mencoba mem-blur latar belakang saat menggunakan lensa wide.
19mm, ISO 100, f/20, 1/20 second
Kamu bisa menggunakan pengukur jarak hyperfocal untuk menentukan secara tepat apa yang akan tampil in-focus untuk lensa wide yang kamu gunakan pada aperture pilihanmu. Tapi secara umum, kalau kamu mencoba fokus pada sesuatu yang jaraknya tidak terpaut jauh dari posisimu, dan menggunakan bukaan kecil seperti f/18, segala sesuatu yang tampak pada viewfinder dari depan sampai belakang akan tampil in-focus.
4) Hati-hati dengan segala sesuatu yang “mengalihkan perhatian”
Karena lensa wide memiliki kemampuan untuk menyertakan banyak hal dalam frame, kamu harus lebih waspada dengan ragam obyek yang mungkih mengalihkan perhatianmu dari subyek utama. Segala sesuatu yang hadir dalam frame harus memiliki fungsi atau tujuan yang khusus. Periksa kembali komposisi fotomu untuk memastikan bahwa tidak ada sesuatu pun di latar depan yang hadir tanpa “persetujuanmu” - karena obyek-obyek yang letaknya beberapa inci darimu pun sangat mungkin masuk dalam frame. Pastikan juga bahwa tidak ada sesuatupun pada latar belakang yang hadir tanpa kamu kamu sadari. Secara ideal, komposisi fotomu baiknya menunjukkan secara jelas apa subyek utamanya dan yang mana saja yang fungsinya sebagai elemen pendukung tanpa melibatkan apapun tanpa fungsi spesifik dalam fotomu. Cobalah untuk selalu menyederhanakan komposisi foto semampu yang kamu bisa.
11mm, ISO 100, f/20, 1/6 second
Salah satu tugasmu saat memotret menggunakan lensa wide adalah menentukan dan menyorot subyek utama dan memastikan siapapun yang melihat fotomu nantinya dapat dengan mudah mengidentifikasi subyek tersebut.
5) Pastikan level setara (tidak miring) dengan tanah untuk meminimalisir distorsi
Salah satu kesulitan yang umum dijumpai saat menggunakan lensa wide untuk memotret adalah sifat lensa ini yang cenderung menghasilkan distorsi pada sudut-sudut foto. Apapun dengan garis lurus di sudut-sudut frame akan tampak condong kedalam. Untuk menghindari atau meminimalisir distorsi pada foto yang kamu ambil, pastikan kamu memposisikan kameramu setara tanah tanpa membelokkannya ke atas atau bawah.
Like
Comment
Subscribe
Share
Sumber : Nikon Indonesia
Sumber : Digital Photography School






Tidak ada komentar:
Posting Komentar