Pantai bisa menjadi tempat pilihan yang berkesan untuk motret. Banyak faktor pendukung yang umumnya mendorong seseorang untuk memotret di pantai. Pemandangan laut yang indah, keluarga dan handai taulan yang turut serta memarakkan kunjungan ke pantai, cuaca yang hangat dan cerah. Banyak hal yang bisa berkontribusi terhadap proses penciptaan foto pantai yang indah. Walau demikian, banyaknya tantangan dan halangan yang mungkin kamu jumpai saat hendak motret di pantai bisa membuat kamu tercengang.
Sebagai contoh, penyesuain exposure cenderung lebih rumit di lingkungan yang terang dan kaya pencahayaan. Atau fakta dimana seringkali, tidak ada sesuatu apapun di pantai selain pasir, oleh karenanya kamu mungkin kesulitan untuk menciptakan komposisi yang menarik perhatian. Ada juga ragam elemen alam yang yang kerap menjadi momok untuk ragam perlengkapan foto dan alat elektronik kamu seperti pasir dan air laut (yang mengandung garam). Oleh karenanya melalui artikel ini kami hendak membagikan sedikit tips untuk motret di pantai agar kamu bisa mengatasi ragam tantangan yang umumnya dijumpai disana dan menciptakan foto yang mempesona.
1. Kontrol Exposure
Kalau kamu mencoba untuk memotret menggunakan mode Auto, kamu akan cenderung mendapati foto-foto yang kamu ambil hasilnya lebih gelap dan datar. Hal ini dikarenakan kamera akan mencoba untuk mengatur komposisi pencahayaan ke middle grey. Cobalah untuk memotret menggunakan mode Manual atau Aperture Priority yang bertujuan untuk memberikan kamu lebih banyak kontrol akan exposure. Gunakan kontrol tersebut untuk membuat foto kamu sedikit overexposed. Geserlah meteran kamera agar cenderung berada di atas angka “0”. Jika kamera kamu menggunakan meteran angka ketimbang skala untuk menunjukkan nilai Exposure, mulailah dengan meletakkan setting pada “+1”. Dengan demikian kamu bisa menangkap pencahayaan yang tampak di depan matamu dengan lebih akurat.
2. Perhatikan Dynamic Range
Di pantai, mayoritas waktu, kamu akan selalu disajikan pemandangan langit yang cerah. Walau foreground mungkin tampak terang, langit umumnya akan tampak jauh lebih terang. Situasi ini sangat mungkin mengakibatkan masalah untuk dynamic range dan jika kamu kurang hati-hati, pemandangan langit pada fotomu akan berubah putih total. Untuk mengatasi masalah ini, gunakan sebuah Graduated Neutral density Filter. Filter ini berfungsi untuk membuat porsi atas foto yang kamu jepret tampak sedikit lebih gelap sembari mempertahankan tingka pencahayaan porsi bawah foto.
Dengan demikian kamu bisa memastikan bahwa pemandangan yang hendak kamu ambilkan akan tetap berada di dalam dynamic range kameramu. Secara gamblang, filter ini akan menjadikan pemandangan langit pada foto tampak sedikit lebih gelap agar sejalan dengan tata cahaya pada foreground. Pantai adalah tempat yang cocok untuk menggunakan filter semacam ini karena umumnya garis cakrawal tampil lurus secara horizontal tanpa ada sesuatu apapun yang bersinggungan dengan garis tersebut (pepohonan atau bangunan).
3. Gunakan Fill Flash
Tips yang satu ini mungkin terdengar aneh atau tidak masuk akal. Akan tetapi pantai di hari yang cerah adalah tempat yang tepat untuk menggunakan unit flash. Kamu bisa meng-expose foto yang kamu ambil tingkat pencahayaan setara dengan pencahayaan langit dan juga menerangi subyek yang kamu ambil atau sesuatu apapun di foreground menggunakan flash. Karena pemandangan yang tampak secara umum sudah terang, cahaya dari flash tidak akan mendominasi foto.
4. Tekunlah dalam mencari Subyek
Akan ada banyak situasi dimana, saat hendak memotret di pantai, tidak ada sesuatu apapun disana selain hamparan pasir yang luas. Untuk mengatasi masalah ini, kamu harus tekun dalam mencari subyek yang unik dan menonjol untuk ditambahkan sebagai pemanis fotomu. Jika kamu mampu melakukan hal ini, kamu bisa menyulap foto pantai menjadi maha karya yang berkesan. Beberapa subyek tambahan untuk komposisi foto pantai antara lain:
- Dermaga
- Bebatuan / Batu Karang
- Papan kayu yang terapung
- Kursi pantai
- Payung pantai
- Pagar
- Ragam flora di tepi pantai
- Kapal-kapal
- dan tentunya Manusia
5. Work the Foreground
Di pantai, kamu sudah disajikan latar belakang siap potret, yakni lautan dan angkasa di atasnya. Oleh karenanya, peran foreground dalam komposisi foto pantai sangat signifikan. Fokuskan segala upaya dan waktumu untuk menjadikan latar depan semenarik mungkin. Dengan mengacu pada ragam subyek tambahan yang telah disebutkan pada poin 4 artikel ini bisa membantumu dengan set-up foreground yang menarik. Jika tidak ada satu pun dari subyek yang kami sarankan yang hadir di pantai yang kamu kunjungi, kamu bisa mencoba untuk mengamati formasi dan pola-pola yang tergurat di pasir untuk menciptakan foreground yang eye-catchy. Cobalah untuk bereksperimen dengan ragam angle yang tidak biasa saat kamu hendak menjadikan pasir laut sebagai foreground.
6. Dapatkan pencahayaan terbaik
Sebagaimana dengan nyaris semua bentuk outdoor photography, pencahayaan terbaik biasanya selalu hadir sebelum matahari terbit atau sekejap sesudah matahari terbenam. Cobalah untuk bangun pagi atau tinggal hingga sesudah matahari terbenam. Kedua slot waktu tersebut dinilai sebagai waktu terbaik untuk motret oleh banyak fotografer. Kamu juga bisa mencoba untuk memotret di tengah hari. Ada beberapa cara untuk untuk membuat fotomu tampak lebih menarik dan segar saat memotret di siang hari. Selain menggunakan fill flash sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya, kamu juga bisa mencoba untuk menggunakan Polarizing Filter.
Filter ini bisa membantu untuk menjadikan langit tampak lebih sendu, dalam, kaya pesona dan biru. Polarizers paling baik digunakan di tengah hari agar kamu bisa mendapatkan hasil maksimal saat memotret di waktu tersebut. Jika kamu kebetulan memotret di waktu siang dan foto kamu tampak sangat kontras, kamu bisa mencoba mengkonversi foto kamu ke bentuk hitam putih; hasilnya cukup menarik lho. Kontras yang cenderung memberatkan foto berawarna justru bisa menjadi aset yang sangat berharga saat dikonversi ke bentuk hitam putih.
7. Waspadalah terhadap pasir dan air laut
Pasir dan air laut yang mengandung butiran garam sangat berbahaya untuk perlengkapan kamera dan elektronik kamu. Sangat sulit untuk melindungi perlengkapanmu, terutama dari pasir. Ombak yang menghantam karam pun berbahaya karena cipratan air laut yang dihasilkan bisa saja masuk ke kamera atau lensa. Kamu bisa mencoba untuk membeli casing khusus atau melapisi kamera kamu dengan rain sleeve untuk melindungi kamera kamu. Tapi pada akhirnya yang utama adalah kamu terus waspada dalam menjaga perlengkapan motret kamu saat berada di pantai.
Selamat bereksperimen teman-teman!







Tidak ada komentar:
Posting Komentar